Alien Menurut Pandangan Islam.

Posted: Oktober 4, 2010 in Uncategorized


ALIEN DATANG KE BUMI?

Melihat dari judulnya mungkin sudah dianggap menarik apalagi dengan adanya tayangan-tayangan film Hollywood di gedung bioskop atau berita-berita media massa dan elektronik mengenai “penampakan” pesawat makhluk asing yang terlihat di bumi kita, ataupun film-film yang sering kita lihat, menceritakan tentang Alien, mulai dari yang bersahabat dengan manusia sampai dengan monster yang tak kenal ampun. Sebenarnya yang ingin aku tulis dalam catatanku ini adalah bagaimana sikap kita sebagai muslim jikalau memang makhluk asing itu ada dan datang ataupun kita bertemu dengan mereka. Yang penting disini adalah bahwa yang kutulis disini adalah hanya sebuah reaksi dari pada wacana yang berkembang di sekitar kita sehingga aku berusaha menorehkan segala pikiranku yang berupa pendapat atau argumen yang kucoba sampaikan. Di mana aku mencoba menggunakan sudut pandang sebagai muslim dalam melihatnya. Aku rasa paragraf pembuka untuk temaku ini cukup sampai di sini.

Alien, menurut bahasa artinya asing, berbeda, yang bisa didefinisikan secara umum adalah segala sesuatu yang kita belum pernah tahu atau mengenal ciri-ciri dan sifat sesuatu tersebut. Jadi kusimpulkan segala sesuatu di dunia yang kita belum tahu atau mengenalnya adalah alien, contohnya terdapat jutaan spesies hewan di bumi ini, dimana yang telah kita ketahui jenis spesiesnya hanya beberapa persen saja dari jumlah keseluruhan. Sedangkan spesies lainnya yang belum diketahui bisa kita sebut sebagai alien. Namun yang kita bicarakan di sini adalah alien yang terkenal beritanya di mana-mana, yang katanya makhluk asing cerdas dari luar planet Bumi kita ini.

Mungkin manusia jaman ratusan atau ribuan tahun sebelum sekarang kurang belum mempunyai banyak pertanyaan mengenai apa yang di balik rahasia alam semesta, Karena belum majunya IPTEK pada masa itu sehingga keberadaan bumi sebagai salah satu planet daripada kemungkinan adanya trilyunan planet yang ada di angkasa raya, karena dalam galaksi Bima Sakti saja terdapat puluhan bahkan ratusan juta bintang-bintang sebagaimana matahari sebagai pusat tata surya. Jadi bisa kita bayangkan betapa banyaknya kemungkinan planet-planet yang ada dalam sebuah galaksi, apalagi dalam jagad raya yang isinya berjuta-juta galaksi seperti galaksi Bima Sakti tempat tata surya kita berada. Maka pada saat IPTEK telah maju sangat pesat seperti sekarang ini, kita akhirnya melek bahwa bumi adalah ibarat sebutir kerikil di hamparan luasnya padang pasir. Kemudian timbul pertanyaan yang serius di benak para ilmuwan: “Apakah kita sendirian?” Pertanyaan yang memang harus dibuktikan dengan bukti ilmiah.

Telah menjadi suatu perdebatan yang hangat mengenai keberadaan alien ini bagi kalangan ilmuwan. Apalagi apalagi banyak bukti tentang kemunculan UFO (Unidentified Flying Object) atau yang sering kita sebut “piring terbang”. Walaupun bukti-bukti tersebut masih dalam perdebatan apakah memang itu kendaraan makhluk asing dari luar angkasa atau itu adalah pesawat militer rahasia dari suatu kelompok/ negara atau malah hanya sebuah fenomena fisika di alam yang biasa. Dalam paragraf selanjutnya aku ingin memberikan pendapat dan juga data tentang informasi mengenai masalah alam semesta saat ini dan mencoba menjawab, dan akibat serta menyikapinya bila terbukti alien itu ada.

Dalam paragaraf ini saya ingin coba memberikan suatu dasar yang menjelaskan adakah kemungkinan makhluk asing (alien) menurut Al-Qur’an. Ketika saya buka terjemahan yang berbunyi:

Dan bagi Allah segala sesuatu yang ada di langit dan segala yang ada di bumi, dan cukuplah Allah menjadi pemelihara. Kalau Dia mau, niscaya Dia membinasakan kamu, wahai manusia, dan dia ganti dengan yang lain, karena Allah (berkuasa) atas tiap-tiap sesuatu. (Q.S. An-Nisa’: 132-133)

Dari ayat tersebut menerangkan kemungkinan adanya makhluk yang baru adalah bisa saja terjadi, karena Allah memiliki sifat Iradat (berkehendak). Namun tidak berarti bahwa ayat tersebut menjelaskan atau membenarkan tentang adanya makhluk luar angkasa yang cerdas bahkan mungkin melebihi kecerdasan manusia. Paragraf selanjutnya di bawah ini adalah penjelasan saya tentang adakah kemungkinan alien datang ke bumi.

Kemajuan teknologi astronomi yang canggih telah memberi gambaran jelas bahwa alam semesta yang kita diami ini luasnya tak terjangkau oleh ukuran baku yang kita jadikan sebagai nilai untuk mengukur luasnya alam semesta. Misalnya bintang terdekat dengan tata surya kita adalah alpha ceanturi yang jaraknya adalah 4,3 tahun cahaya (artinya lama perjalanan dari bumi ke tata surya di sana ditempuh 4,3 tahun dengan kendaraan secepat cahaya). Dapatkah anda bayangkan jarak sejauh itu? Yang perlu anda ketahui bahwa kecepatan cahaya menurut kesepakatan baku satuan internasional adalah 300.000.000 m/det.

Sekarang, seandainya ada planet yang memiliki kehidupan lebih cerdas dari manusia―yang mengorbit pada alpha centauri―mereka mampu “bertamasya” ke bumi, adalah bahwa cerita itu sulit untuk diterima, karena ada beberapa masalah atau alasan di dalamnya. Yang pertama adalah terbenturnya―gagasan alien telah menjelajahi angkasa menuju bumi―dengan teori relativitas Einstein. Teori relativitas waktu mengatakan bahwa apabila anda terbang ke tempat yang jauh di luar angkasa dengan kecepatan yang super cepat (misalnya hampir mendekati kecepatan cahaya) maka yang akan terjadi adalah waktu di pesawat anda bergerak relatif lambat sedangkan pengamat yang diam berlaku normal (relatif cepat). Artinya bila pesawat UFO sampai ke bumi sekitar 10 tahun dari planet di sekitar alpha ceanturi, maka kemungkinan umur planet bumi dan planetnya sudah sekitar ribuan tahun menurut pengamat yang berdiam di planet!! Masalah kedua yang timbul adalah menurut Einstein, tidak ada satu bendapun yang mampu melebihi kecepatan cahaya yang berarti cahaya adalah benda tercepat di jagat raya. Hal ini menyulitkan kemungkinan (kalau tidak mau dibilang mustahil) bahwa UFO adalah pesawat alien dari planet lain di luar tata surya kita. Kesimpulan ini dikarenakan kita tidak cukup memiliki bukti yang jelas tentang keberadaan dan kecepatan pesawat UFO itu, karena jika UFO “hanya” memiliki kecepatan―misalnya―di atas 50 mach (50 kali kecepatan suara atau 30-an kali kecepatan pesawat tempur F-16) atau masih di sekitar kisaran melebihi kecepatan suara―belum mendekati kecepatan cahaya―maka kecil kemungkinan UFO berasal dari luar tata surya kita, karena perjalanan ke bumi akan memakan ribuan tahun lamanya! Sedangkan jika UFO berasal dari dalam tata surya kita sendiri, para ilmuwan belum menemukan bukti bahwa ada kehidupan cerdas―selain di bumi―dalam tata surya kita. Jadi saya menyimpulkan, jika memang UFO itu ada―saya masih meragukannya―kemungkinan besar berasal dari bumi sendiri, dan bila itu kesimpulannya, maka merupakan suatu hipotesis yang harus memiliki bukti yang jelas.

Dari paparan di atas jelas bahwa kecilnya kemungkinan bahwa UFO (beserta alien cerdas) “berkunjung” ke bumi dari luar tata surya kita bahkan dari luar galaksi bima sakti (diameter bima sakti saja jauhnya 100.000 tahun cahaya), karena galaksi tetangga kita terdekat berjarak sekitar 160.000 tahun cahaya, atau seperti Andromeda―galaksi Seperti bima Sakti yang berjarak 2,2 juta tahun cahaya! Lalu bagaimana seandainya telah ditemukan bukti yang kuat bahwa memang alien dan UFO itu ada―terlepas dari berbagai argumen yang melemahkannya―di depan mata kita? Bagaimana sebagai muslim kita menyikapinya? Maka cukuplah Dia yang menjelaskan dalam ayat Nya yang terjemahannya:

Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi seluruh ‘alam. (Q.S. Al-Anbiya: 107)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa nabi Muhammad di utus Allah bukan hanya rahmat bagi manusia tetapi bagi seluruh alam semesta termasuk hewan, tumbuhan juga jin bahkan jika memang ada alien cerdas dari luar angkasa yang “mampir” ke bumi. Artinya bahwa mereka (alien) juga memiliki fitrah sebagai makhluk Allah untuk tunduk kepada-Nya, sehingga mereka juga berhak menerima dakwah―seandainya mereka belum beriman (islam)―sebagaimana bangsa jin mengimani Al-Qur’an, yang dijelaskan dalam surat Al-Jin ayat 1-3.

Kesimpulan dari tulisan saya mengenai keberadaan alien, jika mereka memang ada dan datang ke bumi adalah kewajiban muslim untuk berdakwah kepada mereka, dan biarlah para ulama ahli, yang memikirkan bagaimana sebaiknya hubungan kita dengan mereka.

Wallaahu’alam. (dari berbagai sumber).


kebanyakan, melihat Pulau Owi saat ini tentu tidak terlalu istimewa. Sebuah pulau terpencil di kawasan Biak Timur, Papua, seluas 820 hektar dan dihuni kurang dari seribu nelayan. Fasilitas sosial yang ada hanyalah dua buah SD, Posyandu dan gereja di desa Owi dan Saredi, yang dilayani jalan sepanjang 15 kilometer.

Hanya saja, disana terdapat tiga hamparan bekas landasan pacu pesawat terbang yang tidak terurus. Namun bagi seorang Freddy Numberi, pulau yang penah dijuluki An Island of Death ini merupakan sebuah “mutiara” yang menyimpan “keajaiban”.

Pulau Owi memiliki peran yang sangat strategis dalam Perang Dunia Kedua bagi pasukan Sekutu untuk mengalahkan Jepang, di wilayah Pasifik dan Asia Tenggara. Bermodalkan nilai sejarah yang sangat besar inilah, maka tidak berlebihan apabila diimpikan Pulau Owi menjadi titik utama pariwisata di masa depan.
Apabila, keindahan alam lautnya juga sangat mempesona. Pulau karang ini dikelilingi oleh tiga Taman Laut, yakni Padaido, Pulau Rani-Mapia, dan Pulau Meos Indi. Dengan demikian Pulau Owi dianggap dapat menjadi sekaligus obyek wisata sejarah, wisata bahari, dan wisata budaya, dan menjadi salah satu penghela gerbong ekonomi mensejahterakan Papua.

Jenderal Douglas MacArthur sebagai Panglima Wilayah Pasifik Barat Daya pasukan Sekutu Amerika Serikat berpendapat, bahwa untuk melumpuhkan Jepang harus diputus nadi kekuatannya pada Pulau Luzon, Filipina. Maka markas Komando Sekutu dipindah dari Brisbane, Australia, ke Hollandia, yang kini dikenal sebagai Jayapura. Dari sini, diharapkan dengan strategi “Loncat Katak (frogleap)”, melalui Biak dan Morotai, dapat merebut Filipina.

Teknologi pesawat tempur saat itu, memerlukan titik-titik pengisian bahan bakar, diantaranya untuk merebut Biak yang diduduki oleh 11.000 tentara Jepang. Pasukan Dai Nippon tersebut bermarkas di goa-goa, yang saling berhubungan satu dengan lainnya. Untuk itu ditemukanlah sebuah pulau karang yang sangat ideal. Yakni sepi terpencil, tidak jauh dari Biak, relatif landai dengan tekstur karang keras berpasir, dan menyimpan air tawar.

Target waktu gerakan pasukan Sekutu dari Papua Nugini ke Filipina harus tuntas di akhir tahun, maka pada Mei 1944 itu pula pasukan Zeni dari Sekutu dalam tempo satu minggu menyelesaikan tiga landasan pacu pesawat tempur di Pulau Owi. Hancuran karang ditebar, lalu disiram dengan air laut, maka menjadi landasan pesawat yang cukup keras.

Dalam bukunya “Keajaiban Pulau Owi” itulah Freddy Numberi menguraikan kisah Perang Dunia Kedua terkait dengan peran sejarah Pulau Owi secara detail. Dirangkai pula dengan potensi dan impian indahnya untuk menggali “mutiara” pulau karang yang menarik tersebut menjadi destinasi wisata bagi Papua, lengkap dengan rencana strategisnya.

Wilayah Tanah Papua memiliki potensi kekayaan pariwisata yang sangat luar biasa besarnya, apabila dikelola secara professional, arif dan bijaksana, hal itu akan menghasilkan devisa yang sangat besar bagi Negara, termasuk bagi kesejahteraan masyarakat Papua, diantaranya adalah obyek wisata sejarah di Pulau Owi. Pulau Owi memang memiliki potensi besar untuk tumbuh Keajaiban Pulau Owi.

Dalam rangka pengembangan Pulau Owi sebagai salah satu obyek wisata di Wilayah Tanah Papua, bagi para pengusaha dan kalangan stakeholder yang lain dapat diberikan kemudahan-kemudahan sebagai insentif guna menunjang pembangunan pulau tersebut. Beberapa faktor yang dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan dalam memilih Pulau Owi sebagai salah satu obyek wisata berbasis sejarah dan kepariwisataan Papua pada umumnya.


Pertama gw jelasin dulu gan, Black Knight (bukan film batman ) adalah sebuah satelit misterius yang sampai sekarang tidak diketahui apa dan darimana asalnya satelit tersebut. Yang pasti diketahui, satelit ini pertama kali terlihat di tahun 1960 menghampiri Sputnik (perlu diingat tahun segitu amerika blom mendaratin orang disana). Tapi “BLack Knight” ini sendiri pernah membalas sinyal radio tahun 1920 dan 30 sebelom lenyap lagi. Dan sinyal balasan dari satelit tersebut setelah diteliti hampir memliki kemiripan dengan sinyal balik kalo radio tersebut diarahkan ke Epsilon Bootes (salah satu rasi bintang deh pokoknya)…

Kisah Detailnya:
Februari 1960 Amerika mendeteksi objek tak dikenal, pertama2 dikenal mungkin buatan uni soviet. Tetapi setelah diteliti lebih lanjut teryata bukan…. Karena ukurannya yang besar ga mungkin baik amerika atopun soviet mampu membawanya ke orbit.

Lalu keanehan dimulai. operator HAM mulai mendapat sinyal aneh dari benda asing tersebut. Setelah di teliti, sinyal itu merujuk ke Epsilon Bostes yang jaraknya dari bumi mencapai 13000 tahun cahaya.

Tanggal 3 September 1960, satelit itu terdeteksi radar,dan gambarnya berhasil diambil (tapi fotonya secret, jadinya ga dibeberkan ke umum). Menurut beberapa saksi satelit ini bergerak dari timur ke barat (ini aneh, biasanya satelit manusia normal bergerak sebaliknya) dan mempunyai kecepatan 3 kali kecepatan normal.

3 Tahun Kemudian, Leroy Gordon Cooper (astronot amrik) di misinya melihat benda asing yang bergerak ke arahnya.Karena kecepatan dan arahnya berlawanan dengan pesawat dengan miliknya, dia hanya dapat melaporkannya ke NASA setelah pulang. NBC yang mendengar kabar ini sewaktu hendak mewawancarai astronot itu enggak dibolehin oleh NASA, dan keteragan resminya adalah dia terkena karbondioksida yang banyak sehingga menimbulkan halusinasi…

Hello world!

Posted: September 26, 2010 in Uncategorized

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!